Pages

Penemu Mesin Ketik - Christopher Sholes

Jumat, 20 Maret 2015
Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang penemu mesin ketik yaitu Christopher Sholes. Mesin ketik di temukan oleh Sholes pada tahun 1868. Sholes merupakan pria kebangsaan Amerika yang lahir pada 14 Februari 1819 di Mooresburg. Sholes menemukan mesin ketik dan Qwerty yang masih di gunakan hingga sekarang. Sebelum mengulas tentang mesin ketik, kita akan membahas tentang perjalanan hidup Sholes. Sholes sempat pindah ke Danville, saat remaja ia bekerja sebagai pekerja magang ke printer lalu pindah ke Milwaukee, Wisconsin pada tahun 1837. Ia sempat bekerja di sebuah surat kabar penerbit dan berperan dalam melakukan gerakan untuk menghapus hukuman mati di Wisconsin.

Sejarah Penemuan Mesin Ketik
Pada awalnya mesin ketik di ciptakan pada tahun 1714 oleh Henry Mill, dalam berbagai bentuk. Meskipun begitu, Sholes lah orang pertama yang menemukan dan berhasil secara komersial. Awalnya Sholes memiliki tujuan untuk menciptakan sebuah mesin ketik untuk halaman buku, tiket dan sebagainya. Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, ia mulai bekerja pada sebuah toko mesin Kleinsteubers yang terletak di Milwaukee.

 Penemu Mesin Ketik - Christopher Sholes
Sholes dan seorang temannya yang bernama Samuel W. Soule telah mematenkan mesin penomoran pada 13 November 1866. Mereka menunjukkan mesin tersebut kepada seorang pengacara sekaligus penemu amatir pada toko mesin dan mempertanyakan tentang kemungkinan mesin tersebut di buat untuk dapat menghasilkan huruf atau kata.

Pertanyaan tersebut telah membuat Sholes dan Soule menjadi terinspirasi untuk dapat mewujudkannya, pada tahun 1867 Sholes telah menemukan sebuah catatatn pendek di Scientific American yang menggambarkan Pterotype, yaitu sebuah mesin tik prototype yang diciptakan oleh John Pratt. Berdasarkan catatan tersebut, Sholes telah memutuskan bahwa pterotype tersebut terlalu kompleks serta dapat di gunakan untuk membuat mesin sendiri dengan mana yang diperoleh dari artikel mesin tik.

Dalam proyek pembuatan mesin ketik, Soule dan Glidden bergabung dengan Sholes dan mereka menyediakan dana untuk projek tersebut. Mesin ketik Sholes, Soule dan Glidden di patenkan pada 23 Juni 1886. Mesin ketik tersebut telah menulis ratusan surat yang di tujukan ke berbagai pihak, salah satunya dalah James Densmore yang berasal dari Meadville, Pennsylvania.

Densmore telah meramalkan apabila mesin ketik tersebut akan sanagt menguntungkan dan memberikan penawaran untuk membeli saham paten mesin ketik tersebut. Penawaran tersebut di terima oleh ketiganya, mereka sepakat untuk menjual seperempat dari paten dengan imbalan harus membayar semua biaya yang dikeluarkan selama ini. Densmore memeriksa mesin tik pada tahun 1867 mendesak untuk melakukan perbaikan pada mesin ketik tersebut. Hal tersebut membuat Soule dan Glidden meninggalkan projek tersebut dan juga meninggalkan Sholes serta Densmore dalam kepemilikan tunggal paten mesin ketik.

Sholes dan Densmore menyadari bila stenograf menjadi bagian terpenting dari mesin ketik, maka perlu menentukan posisi yang sesuai, sehingga mereka mengirim versi eksperimental kepada beberapa stenograf. Yang di utamakan adalah James O. Clephane dari kota Washington DC.

James adalah satu-satunya orang yang telah mencobanya, karena tidak ada orang lain yang mau mencoba mesin tik mereka. Setelah di coba, Sholes membuat mesin tik yang dapat menungguli mesin tik yang sebelumnya. Sholes disebut sebagai penemu dari keyboard QWERTY dan mengatur tata letak mesin ketik keyboard yang di kenal dengan sebutan QWERTY, karena memiliki enam kunci pertama memesan pada baris ke tiga.

Semenjak penemuan QWERTY yang menjadi lebih modern dengan layout bahasa Inggris komputer. Pada tahun 1872, modelnya telah di sempurnakan sehingga Sholes menjual hak cipta untuk sebuah Perusahaan Senjata Remington, sebesar $ 12.000 dan mesin yang pertama kali di pasarkan sebagai Sholes & writer ketik Glidden. Pada tahun 1873 telah terjual sebanyak 5.000 mesin, Sholes terus bekerja untuk memajukan perangkat.

Pada tahun 1878, Sholes telah berhasil menciptakan tombol shift sehinga huruf atas dan bawah dapat digunakan. Sholes meninggal pada 17 Februari 1890 dan di makamkan di Pemakaman Rumah Hutan yang terletak di Milwaukee. Demikian ulasan tentang penemu mesin ketik yaitu Christopher Sholes, semoga dapat menginspirasi kita untuk dapat menemukan sesuatu baru yang dapat berguna untuk orang lain.
Read more ...

Penemu Lensa Kacamata - Benjamin Franklin

Jumat, 20 Maret 2015
Kacamata banyak digunakan mulai untuk membantu membaca dan melihat karena mata yang tidak sehat selain itu juga bertujuan sebagai penunjang penampilan saja. Kali ini yang akan kita bahas adalah Penemu Lensa Kacamata yaitu Benjamin Franklin. Benjamin Franklin adalah ilmuwan, penemu, pengarang dan diplomat, ia juga merupakan presiden Amerika Serikat pada waktu itu. Benjamin lahir di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, pada 17 Januari 1706. Benjamin berhasil menemukan kacamata bifokus, dengan lensa cembng dan lensa cekung dalam satu bingkai pada tahun 1784.

Sebenarnya kacamata sudah ada sejak 3000 tahun yang lalu, masyarakat pertama yang memiliki kacamata yang di buat dengan lensa Kristal adalah masyarakat di kota kuno Niniwe. Selain itu Bangsa Yunani kuno juga telah memiliki kaca pembesar berupa bola kaca yang berisi air. Pada abad XII kacamata mulai digunakan masyarakat Cina dan Eropa. Pada tahun 1268, Roger Bacon, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris, yang berpendapat bila lensa diperlukan sebagai peralatan optik, tetapi tidak semua orang mau menganggap Roger sebagai penggagas lahirnya kaca mata.

Penemu Lensa Kacamata, Benjamin Franklin
Pada tahun 1300-an, kacamata sudah mulai di produksi yang berpusat di Venesia, dengan kualitas lensa yang masih sederhana dan masih sanagt merepotkan untuk memakainya. Banyak percobaan yang dilakukan untuk mengembangkan kacamata, pada tahun 1727 muncul ide untuk membuat kacamata dengan memasangkan tangkai supaya kacamata dapat dikaitkan pada kedua telinga. Perkembangan kacamata selanjutnya terjadi pada tahun 1784 yang di lakukan oleh Benjamin Franklin.

Benjamin Franklin telah berhasil menemukan kacamata biofokus. Kacamata tersebut memiliki lensa cembung dan lensa cekung yang di pasang dalam satu bingkai. Pada tahun 1884, Benjamin masih menghasilkan lensa bifokus yang terbuat adri beberapa potongan, meski sudah direkatkan. Pada tahun 1908 dan 1910, lensa cembung dan lensa cekung sudah menyatu dalam satu lensa, penemuan tersebut berkat eksperimen yang terus dilakukan oleh Benjamin.

Selain itu bahan lensa juga mengalami perkembangan , yang mulanya terbuat dari kuarsa selanjutnya telah di buat lensa kaca. Pada tahun 1970, telah ditemukan lensa yang terbuat dari bahan plastik sebagai bahan lain pembuatan lensa kacamata. Jaman semakin berkembang, kacamata juga mulai berkembang pesat dari bentuk dan frame yang digunakan.

Benjamin menikah dengan Deborah Read pada tahun 1730, ia di karuniai dua anak namun salah satu anaknya meninggal dunia karena cacat. anak Benjamin yang masih hidup berjenis kelamin perempuan bernama Sarah Franklin yang lahir pada tahun 1743, dan ia memiliki satu anak tidak sah bernama William, yang dibesarkan di Philadelphia. Deborah Red meninggal pada tahun 1774, ketika Benjamin sedang pergi ke Inggris.

Benjamin sempat menjabat sebagai Presiden Dewan Eksekutif Pennsylvania, tindakan publik terakhir yang dilakukannya adalah menulis sebuah risalah anti perbudakan pada tahun 1789. Benjamin meninggal dunia pada 17 April 1790, pada usia 84 tahun dan dimakamkan di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Demikian ulasan tentang sejarah Penemu Lensa kacamata yaitu Benjamin Franklin. Semoga dapat menambah ilmu dan bermanfaat.
Read more ...

Penemu Lensa Kacamata - Benjamin Franklin

Jumat, 20 Maret 2015
Kacamata banyak digunakan mulai untuk membantu membaca dan melihat karena mata yang tidak sehat selain itu juga bertujuan sebagai penunjang penampilan saja. Kali ini yang akan kita bahas adalah Penemu Lensa Kacamata yaitu Benjamin Franklin. Benjamin Franklin adalah ilmuwan, penemu, pengarang dan diplomat, ia juga merupakan presiden Amerika Serikat pada waktu itu. Benjamin lahir di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, pada 17 Januari 1706. Benjamin berhasil menemukan kacamata bifokus, dengan lensa cembng dan lensa cekung dalam satu bingkai pada tahun 1784.

Sebenarnya kacamata sudah ada sejak 3000 tahun yang lalu, masyarakat pertama yang memiliki kacamata yang di buat dengan lensa Kristal adalah masyarakat di kota kuno Niniwe. Selain itu Bangsa Yunani kuno juga telah memiliki kaca pembesar berupa bola kaca yang berisi air. Pada abad XII kacamata mulai digunakan masyarakat Cina dan Eropa. Pada tahun 1268, Roger Bacon, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris, yang berpendapat bila lensa diperlukan sebagai peralatan optik, tetapi tidak semua orang mau menganggap Roger sebagai penggagas lahirnya kaca mata.

Penemu Lensa Kacamata, Benjamin Franklin
Pada tahun 1300-an, kacamata sudah mulai di produksi yang berpusat di Venesia, dengan kualitas lensa yang masih sederhana dan masih sanagt merepotkan untuk memakainya. Banyak percobaan yang dilakukan untuk mengembangkan kacamata, pada tahun 1727 muncul ide untuk membuat kacamata dengan memasangkan tangkai supaya kacamata dapat dikaitkan pada kedua telinga. Perkembangan kacamata selanjutnya terjadi pada tahun 1784 yang di lakukan oleh Benjamin Franklin.

Benjamin Franklin telah berhasil menemukan kacamata biofokus. Kacamata tersebut memiliki lensa cembung dan lensa cekung yang di pasang dalam satu bingkai. Pada tahun 1884, Benjamin masih menghasilkan lensa bifokus yang terbuat adri beberapa potongan, meski sudah direkatkan. Pada tahun 1908 dan 1910, lensa cembung dan lensa cekung sudah menyatu dalam satu lensa, penemuan tersebut berkat eksperimen yang terus dilakukan oleh Benjamin.

Selain itu bahan lensa juga mengalami perkembangan , yang mulanya terbuat dari kuarsa selanjutnya telah di buat lensa kaca. Pada tahun 1970, telah ditemukan lensa yang terbuat dari bahan plastik sebagai bahan lain pembuatan lensa kacamata. Jaman semakin berkembang, kacamata juga mulai berkembang pesat dari bentuk dan frame yang digunakan.

Benjamin menikah dengan Deborah Read pada tahun 1730, ia di karuniai dua anak namun salah satu anaknya meninggal dunia karena cacat. anak Benjamin yang masih hidup berjenis kelamin perempuan bernama Sarah Franklin yang lahir pada tahun 1743, dan ia memiliki satu anak tidak sah bernama William, yang dibesarkan di Philadelphia. Deborah Red meninggal pada tahun 1774, ketika Benjamin sedang pergi ke Inggris.

Benjamin sempat menjabat sebagai Presiden Dewan Eksekutif Pennsylvania, tindakan publik terakhir yang dilakukannya adalah menulis sebuah risalah anti perbudakan pada tahun 1789. Benjamin meninggal dunia pada 17 April 1790, pada usia 84 tahun dan dimakamkan di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Demikian ulasan tentang sejarah Penemu Lensa kacamata yaitu Benjamin Franklin. Semoga dapat menambah ilmu dan bermanfaat.
Read more ...

Penemu Baterai - Alessandro Volta

Jumat, 20 Maret 2015
Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta atau Alessandro Volta Tercatat sebagai Penemu Baterai pertama kali, lahir di Como, Italia, dan mengajar di sekolah-sekolah umum di sana. Pada 1774 ia menjadi profesor fisika di Sekolah Royal di Como. Setahun kemudian, ia memperbaiki dan mempopulerkan electrophorus, sebuah alat yang menghasilkan muatan listrik statis. promosinya itu begitu luas sehingga ia sering dikreditkan dengan penemuannya, meskipun mesin yang beroperasi dalam prinsip yang sama pada tahun 1762 digambarkan oleh profesor Swedia Johan Wilcke.


Volta merupakan seorang fisikawan Italia. Ia terutama dikenal karena mengembangkan baterai pada tahun 1800. Ia melanjutkan pekerjaan Luigi Galvani dan membuktikan bahwa teori Galvani yaitu efek kejutan kaki kodok adalah salah. Secara fakta, efek ini muncul akibat 2 logam tak sejenis dari pisau bedah Galvani. Berdasarkan pendapat ini, Volta berhasil menciptakan Baterai Volta (Voltac Pile). Atas jasanya, satuan beda potensial listrik dinamakan volt.

Pada 1776-1777 Volta mempelajari kimia gas. Ia menemukan metana dengan mengumpulkan gas dari rawa-rawa. Dia merancang percobaan seperti pembakaran metana oleh percikan listrik dalam wadah tertutup. Volta juga mempelajari apa yang sekarang kita sebut kapasitansi listrik, pengembangan sarana terpisah untuk belajar baik potensial listrik (V) dan muatan (Q), dan menemukan bahwa untuk suatu objek mereka proporsional. Hal ini mungkin disebut Volta Hukum tentang kapasitansi, dan kemungkinan untuk pekerjaan ini unit potensi listrik itu disebut Volt.

Pada tahun 1779 ia menjadi profesor fisika eksperimental di Universitas Pavia, ia menduduki kursi selama hampir 25 tahun. Pada 1794, Volta menikahi Teresa Peregrini, yang mengangkat tiga anak, Giovanni, Flaminio dan Zanino. Dalam menghormati karyanya, Volta dibuat menghitung oleh Napoleon pada tahun 1810. Lebih jauh lagi, ia digambarkan pada 10.000 Lire Italia (tidak lagi dalam sirkulasi) bersama dengan sketsa terkenal volta Pile.
Volta mulai belajar sekitar 1791, "listrik" hewan dicatat oleh Luigi Galvani ketika dua logam berbeda yang dihubungkan secara seri dengan kaki katak dan satu sama lain. Volta menyadari bahwa kaki katak menjabat baik sebagai konduktor listrik (elektrolit) dan sebagai detektor listrik. Dia diganti kaki katak oleh kertas direndam air garam-, dan mendeteksi aliran listrik dengan cara lain yang dia kenal dari studi sebelumnya. Dengan cara ini dia menemukan seri elektrokimia, dan hukum bahwa gaya gerak listrik (ggl) dari sebuah sel galvanik, yang terdiri dari sepasang elektroda logam yang dipisahkan oleh elektrolit, perbedaan antara dua elektroda potensi mereka. Ini dapat disebut Hukum Volta tentang seri elektrokimia.


Pada tahun 1800, sebagai hasil dari perselisihan profesional atas tanggapan galvanik dianjurkan oleh Galvani, dia menciptakan tumpukan volta, baterai listrik awal, yang menghasilkan arus listrik stabil. Volta telah menentukan bahwa pasangan yang paling efektif logam berbeda untuk menghasilkan listrik seng dan perak. Awalnya dia bereksperimen dengan sel individu dalam seri, setiap sel menjadi piala anggur diisi dengan air garam dimana dua elektroda berbeda adalah mencelupkan. Tumpukan volta menggantikan gelas dengan karton direndam dalam air garam.


Baterai yang dibuat oleh Volta dikreditkan sebagai sel elektrokimia pertama. Ini terdiri dari dua elektroda: yang terbuat dari seng, yang lain dari tembaga. elektrolit adalah asam sulfat atau campuran air garam garam dan air. elektrolit yang ada dalam bentuk 2H + dan SO42-. Seng, yang lebih tinggi dari tembaga dan hidrogen dalam seri elektrokimia, bereaksi dengan sulfat bermuatan negatif. (SO42-) Ion-ion hidrogen bermuatan positif (proton) menangkap elektron dari tembaga, membentuk gelembung gas hidrogen, H2. Hal ini membuat seng batang elektroda negatif dan tembaga batang elektroda positif.

Namun, sel ini memiliki beberapa kelemahan juga. Ini tidak aman untuk menangani, sebagai asam sulfat, bahkan jika encer, sangat berbahaya. Selain itu, kekuatan sel berkurang seiring waktu karena gas hidrogen tidak dirilis, mengumpulkan hanya pada permukaan elektroda seng dan membentuk penghalang antara logam dan larutan elektrolit. Sel primitif secara luas digunakan di sekolah-sekolah untuk menunjukkan hukum-hukum listrik dan dikenal sebagai baterai lemon.

Volta pensiun di tahun 1819 dalam real di Camnago, sebuah frazione Como sekarang disebut Volta Camnago setelah, di mana dia meninggal pada 5 Maret 1827. Ia dimakamkan di Camnago Volta.. Warisan Volta dirayakan oleh Temple di tepi Danau Como di pusat kota. Sebuah museum di Como, Gedung Voltian, telah dibangun untuk menghormatinya dan pameran beberapa peralatan asli ia digunakan untuk melakukan percobaan. Dekat Danau Como berdiri Olmo Villa, yang rumah Voltian Foundation, sebuah organisasi yang mempromosikan kegiatan ilmiah. Volta dilakukan studi eksperimental dan membuat penemuan pertama di Como. Atas jasanya, satuan beda potensial listrik dinamakan volt.
Read more ...

Penemu Baterai - Alessandro Volta

Jumat, 20 Maret 2015
Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta atau Alessandro Volta Tercatat sebagai Penemu Baterai pertama kali, lahir di Como, Italia, dan mengajar di sekolah-sekolah umum di sana. Pada 1774 ia menjadi profesor fisika di Sekolah Royal di Como. Setahun kemudian, ia memperbaiki dan mempopulerkan electrophorus, sebuah alat yang menghasilkan muatan listrik statis. promosinya itu begitu luas sehingga ia sering dikreditkan dengan penemuannya, meskipun mesin yang beroperasi dalam prinsip yang sama pada tahun 1762 digambarkan oleh profesor Swedia Johan Wilcke.


Volta merupakan seorang fisikawan Italia. Ia terutama dikenal karena mengembangkan baterai pada tahun 1800. Ia melanjutkan pekerjaan Luigi Galvani dan membuktikan bahwa teori Galvani yaitu efek kejutan kaki kodok adalah salah. Secara fakta, efek ini muncul akibat 2 logam tak sejenis dari pisau bedah Galvani. Berdasarkan pendapat ini, Volta berhasil menciptakan Baterai Volta (Voltac Pile). Atas jasanya, satuan beda potensial listrik dinamakan volt.

Pada 1776-1777 Volta mempelajari kimia gas. Ia menemukan metana dengan mengumpulkan gas dari rawa-rawa. Dia merancang percobaan seperti pembakaran metana oleh percikan listrik dalam wadah tertutup. Volta juga mempelajari apa yang sekarang kita sebut kapasitansi listrik, pengembangan sarana terpisah untuk belajar baik potensial listrik (V) dan muatan (Q), dan menemukan bahwa untuk suatu objek mereka proporsional. Hal ini mungkin disebut Volta Hukum tentang kapasitansi, dan kemungkinan untuk pekerjaan ini unit potensi listrik itu disebut Volt.

Pada tahun 1779 ia menjadi profesor fisika eksperimental di Universitas Pavia, ia menduduki kursi selama hampir 25 tahun. Pada 1794, Volta menikahi Teresa Peregrini, yang mengangkat tiga anak, Giovanni, Flaminio dan Zanino. Dalam menghormati karyanya, Volta dibuat menghitung oleh Napoleon pada tahun 1810. Lebih jauh lagi, ia digambarkan pada 10.000 Lire Italia (tidak lagi dalam sirkulasi) bersama dengan sketsa terkenal volta Pile.
Volta mulai belajar sekitar 1791, "listrik" hewan dicatat oleh Luigi Galvani ketika dua logam berbeda yang dihubungkan secara seri dengan kaki katak dan satu sama lain. Volta menyadari bahwa kaki katak menjabat baik sebagai konduktor listrik (elektrolit) dan sebagai detektor listrik. Dia diganti kaki katak oleh kertas direndam air garam-, dan mendeteksi aliran listrik dengan cara lain yang dia kenal dari studi sebelumnya. Dengan cara ini dia menemukan seri elektrokimia, dan hukum bahwa gaya gerak listrik (ggl) dari sebuah sel galvanik, yang terdiri dari sepasang elektroda logam yang dipisahkan oleh elektrolit, perbedaan antara dua elektroda potensi mereka. Ini dapat disebut Hukum Volta tentang seri elektrokimia.


Pada tahun 1800, sebagai hasil dari perselisihan profesional atas tanggapan galvanik dianjurkan oleh Galvani, dia menciptakan tumpukan volta, baterai listrik awal, yang menghasilkan arus listrik stabil. Volta telah menentukan bahwa pasangan yang paling efektif logam berbeda untuk menghasilkan listrik seng dan perak. Awalnya dia bereksperimen dengan sel individu dalam seri, setiap sel menjadi piala anggur diisi dengan air garam dimana dua elektroda berbeda adalah mencelupkan. Tumpukan volta menggantikan gelas dengan karton direndam dalam air garam.


Baterai yang dibuat oleh Volta dikreditkan sebagai sel elektrokimia pertama. Ini terdiri dari dua elektroda: yang terbuat dari seng, yang lain dari tembaga. elektrolit adalah asam sulfat atau campuran air garam garam dan air. elektrolit yang ada dalam bentuk 2H + dan SO42-. Seng, yang lebih tinggi dari tembaga dan hidrogen dalam seri elektrokimia, bereaksi dengan sulfat bermuatan negatif. (SO42-) Ion-ion hidrogen bermuatan positif (proton) menangkap elektron dari tembaga, membentuk gelembung gas hidrogen, H2. Hal ini membuat seng batang elektroda negatif dan tembaga batang elektroda positif.

Namun, sel ini memiliki beberapa kelemahan juga. Ini tidak aman untuk menangani, sebagai asam sulfat, bahkan jika encer, sangat berbahaya. Selain itu, kekuatan sel berkurang seiring waktu karena gas hidrogen tidak dirilis, mengumpulkan hanya pada permukaan elektroda seng dan membentuk penghalang antara logam dan larutan elektrolit. Sel primitif secara luas digunakan di sekolah-sekolah untuk menunjukkan hukum-hukum listrik dan dikenal sebagai baterai lemon.

Volta pensiun di tahun 1819 dalam real di Camnago, sebuah frazione Como sekarang disebut Volta Camnago setelah, di mana dia meninggal pada 5 Maret 1827. Ia dimakamkan di Camnago Volta.. Warisan Volta dirayakan oleh Temple di tepi Danau Como di pusat kota. Sebuah museum di Como, Gedung Voltian, telah dibangun untuk menghormatinya dan pameran beberapa peralatan asli ia digunakan untuk melakukan percobaan. Dekat Danau Como berdiri Olmo Villa, yang rumah Voltian Foundation, sebuah organisasi yang mempromosikan kegiatan ilmiah. Volta dilakukan studi eksperimental dan membuat penemuan pertama di Como. Atas jasanya, satuan beda potensial listrik dinamakan volt.
Read more ...

Penemu Barometer - Evangelista Torricelli

Jumat, 20 Maret 2015
Kita akan membahas tentang sejarah Penemu Barometer yaitu Evangelista Torricelli. Evangelista Torricelli merupakan fisikawan berkebangsaan Italia, ia lahir pada 15 Oktober 1608 di Faenza, Italia. Ia sempat menjadi sekertaris Galileo Galilei selama hingga Galileo tutup usia di tahun 1641. Torricelli menjadi asistennya saat Galileo sudah tua dan buta, setelah Galileo meninggal, ia di angkat menjadi pengganti Galileo sebagai ahli matematika dan guru besar matematika. Torricelli adalah penemu barometer air raksa pada tahun 1643, barometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara.

Istilah kata Barometer mulai dikenalkan pada tahun 1665 sampai 1666 oleh seorang ilmuwan alam yang berasal dari Irlandia bernama Robert Boyle. Barometer berasal dari Yunani, baros artinya berat, sedangkan metron artinya ukuran, sehingga artinya berat udara. Pada tahun 1643, Torricelli melakukan eksperimen sederhana yang di beri nama Torricelli Experiment. Eksperimen tersebut di lakukan berdasarkan atas saran Galileo sebelum ia meninggal. Dalam eksperimen tersebut ia menggunakan sebuah tabung kaca kuat yang panjangnya sekitar 1 m, salah satu ujung tabung di tutup dengan sarung dan dihadapkan ke atas.

Penemu, Barometer, Evangelista Torricelli

Selanjutnya tabung tersebut di isi dengan air raksa hingga penuh lalu di tutup dengan jempol tangannya. Setelah itu ia segera membalik tabung tersebut dan menarik jempolnya dari ujung tabung serta memasukkan ke dalam sebuah bejana yang telah diisi air raksa. Ia mengamati permukaan raksa pada tabung yang turun dan menimbulkan ruang hampa udara. Ruanagn hampa udara di kenal dengan sebutan ruang hampa Torriceli, lalu ia mengukur tinggi air raksa dalam bejana yang tingginya hanya 76 cm.

Selama beberapa hari ia terus melakukan pengamatan dan tinggi air raksa dalam tabung selalu mengalami perubahan, hingga akhirnya ia menegtahui bila tinggi air raksa yang selalu berubah-ubah disebabkan karena tekanan udara. Tekanan air raksa yang tingginya 76 cm tersebut kemudian di sebut sebagai tekanan satu atmosfer.

Selain menemukan barometer, ia juga telah menemukan Hukum Torricelli, yaitu hukum tentang kecepatan cairan yang keluar serta mengalir dari celah dengan ketinggian yang berbeda-beda, selanjutnya menjadi kasus dari prinsip bermoulli. Torricelli menemukan barometer air raksa pertama pada tahun 1644. Setelah selesai melakukan eksperimen barometer tersebut, pada tahun 1644, ia mengirimkan sebuah surat yang berisi tentang penemuannya tersebut kepada Michelango Ricci yang berada di Roma.

Saat Torricelli sedang melakukan persiapan untuk mempublikasikan semua hasil penemuan dan ciptaannya, ia terserang penyakit demam Typhoid atau typus. Setelah sakit beberapa hari, ia akhirnya meninggal dunia. Torricelli tutup usia pada 22 Oktober 1647 di Florence, Italia. Sebelum meninggal, ia masih sempat memeriksa beberapa catatannya yang akan di terbitkan. Torricelli meninggal pada usia 39 tahun dan di makamkan di San Lorenzo. Ia meninggalkan semua harta yang dimilikinya kepada anak angkatnya yang bernama Alexander. Demikian penjelasan tentang sejarah Penemu Barometer yaitu Evangelista Torricelli. Semoga bermanfaat.
Read more ...

Penemu Barometer - Evangelista Torricelli

Jumat, 20 Maret 2015
Kita akan membahas tentang sejarah Penemu Barometer yaitu Evangelista Torricelli. Evangelista Torricelli merupakan fisikawan berkebangsaan Italia, ia lahir pada 15 Oktober 1608 di Faenza, Italia. Ia sempat menjadi sekertaris Galileo Galilei selama hingga Galileo tutup usia di tahun 1641. Torricelli menjadi asistennya saat Galileo sudah tua dan buta, setelah Galileo meninggal, ia di angkat menjadi pengganti Galileo sebagai ahli matematika dan guru besar matematika. Torricelli adalah penemu barometer air raksa pada tahun 1643, barometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara.

Istilah kata Barometer mulai dikenalkan pada tahun 1665 sampai 1666 oleh seorang ilmuwan alam yang berasal dari Irlandia bernama Robert Boyle. Barometer berasal dari Yunani, baros artinya berat, sedangkan metron artinya ukuran, sehingga artinya berat udara. Pada tahun 1643, Torricelli melakukan eksperimen sederhana yang di beri nama Torricelli Experiment. Eksperimen tersebut di lakukan berdasarkan atas saran Galileo sebelum ia meninggal. Dalam eksperimen tersebut ia menggunakan sebuah tabung kaca kuat yang panjangnya sekitar 1 m, salah satu ujung tabung di tutup dengan sarung dan dihadapkan ke atas.

Penemu, Barometer, Evangelista Torricelli

Selanjutnya tabung tersebut di isi dengan air raksa hingga penuh lalu di tutup dengan jempol tangannya. Setelah itu ia segera membalik tabung tersebut dan menarik jempolnya dari ujung tabung serta memasukkan ke dalam sebuah bejana yang telah diisi air raksa. Ia mengamati permukaan raksa pada tabung yang turun dan menimbulkan ruang hampa udara. Ruanagn hampa udara di kenal dengan sebutan ruang hampa Torriceli, lalu ia mengukur tinggi air raksa dalam bejana yang tingginya hanya 76 cm.

Selama beberapa hari ia terus melakukan pengamatan dan tinggi air raksa dalam tabung selalu mengalami perubahan, hingga akhirnya ia menegtahui bila tinggi air raksa yang selalu berubah-ubah disebabkan karena tekanan udara. Tekanan air raksa yang tingginya 76 cm tersebut kemudian di sebut sebagai tekanan satu atmosfer.

Selain menemukan barometer, ia juga telah menemukan Hukum Torricelli, yaitu hukum tentang kecepatan cairan yang keluar serta mengalir dari celah dengan ketinggian yang berbeda-beda, selanjutnya menjadi kasus dari prinsip bermoulli. Torricelli menemukan barometer air raksa pertama pada tahun 1644. Setelah selesai melakukan eksperimen barometer tersebut, pada tahun 1644, ia mengirimkan sebuah surat yang berisi tentang penemuannya tersebut kepada Michelango Ricci yang berada di Roma.

Saat Torricelli sedang melakukan persiapan untuk mempublikasikan semua hasil penemuan dan ciptaannya, ia terserang penyakit demam Typhoid atau typus. Setelah sakit beberapa hari, ia akhirnya meninggal dunia. Torricelli tutup usia pada 22 Oktober 1647 di Florence, Italia. Sebelum meninggal, ia masih sempat memeriksa beberapa catatannya yang akan di terbitkan. Torricelli meninggal pada usia 39 tahun dan di makamkan di San Lorenzo. Ia meninggalkan semua harta yang dimilikinya kepada anak angkatnya yang bernama Alexander. Demikian penjelasan tentang sejarah Penemu Barometer yaitu Evangelista Torricelli. Semoga bermanfaat.
Read more ...